Penangkapan Pelaku Penipuan Online Shop GrabToko oleh Siber Bareskrim

Penangkapan Penipuan Online Shop Grab Toko

Telah terjadinya sebuah penangkapan seorang karyawan swasta yang menjadi salah satu tersangka berinisial YMP di usia 33 tahun dalam sebuah kasus penipuan took daring GrabToko dan juga pencucian uang oelh salah satu personel Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Kepolisian Indonesia. Dimana pelaku ini juga telah meminta cukup banyak bantuan kepada pihak ketiga untuk bisa membuat website belanja daring. Website ini sendiri juga telah diketahui menggunakna sebuah hosting yang berada di luar negeri.

YMP ini sendiri ditangkap di sebuah kawasan keluarahan Selong, kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketika hendak di tangkap, YMP sedang mencoba login sbobet di salah satu situs judi bola terpercaya. Dimana penangkapan YMP ini menjadi salah satu yang berguna untuk menindaklanjuti sebuah laporan polisi yang bernomor: LP/B/0019/I/2021/Bareskrim.

Dari tangan pelaku, penyidik juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yang adalah empat unit ponsel pontar merk Samsung dan Oppo, satu unit laptop, dua kartu SIM, satu KTP dan empat buku cek dari Bank BRI, BCA, dan juga Mandiri. Dimana kasubdit II ini telah mengatakan bahwa YMP ini beraksi dengan cara membuat sebuah website bernama Grabtoko yang menawarkan berbagai jenis macam produk elektronik dengan harga yang sangat murah dan cukup terjangkau. Sehingga cukup banyak juga mengundang minat banyak orang untuk berbelanja. Tetapi barang ini sendiri tidak kunjung dikirimkan.

Dari informasi pelaku ini juga telah diketahui bahwa adanya sejumlah 980 customer yang bisa memesan barang elektonik dari slah satu situs GrabToko, tetapi hanya Sembilan customer yang menerima banyak pesanan ini. Dan Sembilan barang yang dikirimkan kepada salah satu customer yang ternyata dibeli pelaku di salah satu ITC dengan harga yang cukup normal dan terjangkau.

YMP juga telah diketahui menyewa sebuah kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dan akan memperkerjakan enam karyawannya sebagai salah satu customer service yang akan bertugas meminta tambahan waktu untuk mengirim sebuah barang kepada consume dan bertanya mengenai sebuah barang pesanan yang tidak kunjung diterima.

Atas perbuatannya ini YMP berhasil dijerat dengan sebuah pasal 28 ayat 1 juncto pasal 45A ayat 1 UU Nomor 19/2016 atas sebuah perubahan UU Nomor 11/2008 dan pasal 378 KUHP dan pasal 82 atau pasal 85 UU Nomor 3/2011 tentang transfer dana dengan ancaman maksimal selama enam tahun penjara dan denda paling banyak sebesar 1 miliar rupiah.