Sejarah Lazada Group Sejak Berdiri

Lazada adalah perusahaan e-commerce atau perdagangan elektronik swasta dari Singapura yang didirikan oleh Rocket Internet pada tahun 2011.

Website e-commerce Lazada telah launching pada bulan Maret tahun 2012 di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Situs Lazada Grup, beroperasi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, dan telah mengangkat sekitar 647 juta dollar Amerika Serikat selama beberapa putaran investasi dari investor seperti Tesco, Temasek Holdings, Summit Partners, JPMorgan Chase, investasi AB Kinnevik dan Internet Rocket.

Pada Maret 2016 Lazada mengklaim perputaran uang tahunan senilai 1,36 miliar dollar Amerika Serikat di enam pasar di Asia, menjadikannya pemain e-commerce terbesar. lazada juga di dukung oleh situs judi terbesar di asia yaitu sbobet yang sudah terkenal di asia tenggara juga di akses melalui link sbobet dari lazada.

Model bisnis Lazada adalah marketplace atau pasar penjualan kepada pelanggan dari masing-masing penjual.

Pada 2013 Lazada menambahkan marketplace yang memungkinkan pengecer dari pihak ketiga untuk menjual produk mereka melalui situs Lazada.

Pada bulan April 2016, Grup Alibaba membeli saham pengendali di Lazada untuk mendukung rencana ekspansi internasional Alibaba.

Lazada Group didirikan pada 27 Maret 2012 oleh Rocket Internet dengan tujuan membangun model bisnis Amazon.com di Asia Tenggara untuk mengambil keuntungan dari pasar konsumen online yang baru lahir dan lemahnya kehadiran Amazon di sana.

Rocket Internet adalah inkubator Jerman yang membangun perusahaan yang meniru model bisnis perusahaan teknologi AS, Amazon yang sukses di pasar negara berkembang. Situs web e-commerce Lazada diluncurkan pada 2012.

Lazada menerima suntikan investasi di empat putaran pendanaan pada tahun 2012 dan awal. Pada Juni 2013, Lazada mengumumkan telah mengumpulkan tambahan 100 juta dollar Amerika Serikat, dan meluncurkan aplikasi mobile untuk perangkat Android dan iOS.

Pada bulan Desember 2013, Lazada mengumpulkan tambahan 250 juta dollar Amerika Serikat dari Tesco PLC, Access Industries, dan investor lain yang ada.

Pada Mei 2014, Lazada diluncurkan di Singapura. Pada November 2014, Temasek Holdings di Singapura memimpin putaran pendanaan 250 juta dollar Amerika Serikat sehingga total valuasi Lazada telah meningkat menjadi sekitar 647 juta dollar Amerika Serikat.

Juga pada bulan itu, Lazada mengumumkan bahwa platform pasarnya menyumbang lebih dari 65% dari keseluruhan penjualannya, dan bahwa jumlah penjual pihak ketiga pada platform tersebut telah meningkat dari 500 pada November 2013, mendekati 10.000 di Desember 2014.

Jumlah karyawan Lazada di seluruh wilayah mencapai sekitar 8.000 orang. Pada 2014, kerugian operasi bersih Lazada adalah 152,5 juta dollar Amerika Serikat dari pendapatan bersih 154,3 juta dollar Amerika Serikat.

Pada 2015, tantangan Lazada untuk pertumbuhan adalah preferensi untuk berbelanja batu bata dan mortir di antara para pelanggan, dengan hanya sekitar 1% orang yang membeli secara online dibandingkan dengan 10% dari pembeli internasional

Pada bulan Maret 2016, Lazada mengklaim telah mencatat total1,36 miliar dollar Amerika Serikat dalam GMV tahunan di enam pasarnya di Asia Tenggara, menjadikannya pemain e-commerce terbesar.

Pada bulan April 2016, Alibaba Group mengumumkan bahwa mereka mengakuisisi saham pengendali di Lazada dengan membayar 500 juta dollar Amerika Serikat untuk saham baru dan membeli saham senilai 500 juta dollar Amerika Serikat dari investor yang ada. (3)

Perusahaan supermarket Inggris, Tesco mengkonfirmasi penjualan 8,6% kepemilikannya di Lazada ke Alibaba seharga 129 juta dollar Amerika Serikat.

Pada Juni 2017, Alibaba Group meningkatkan investasinya di Lazada dengan tambahan dana 1 miliar dollar Amerika Serikat, meningkatkan kepemilikannya dari 51% menjadi 83%.

Alibaba menginvestasikan 2 miliar dollar Amerika Serikat lagi ke Lazada pada Maret 2018, dan menggantikan CEO Lazada dengan eksekutif Alibaba, Lucy Peng.

Pada bulan Desember 2018, Peng digantikan oleh Pierre Poignant sebagai CEO Lazada, dengan Peng mengambil peran sebagai chairwoman.

Sejarah bukalapak Yang Tak Banyak Diketahui

Sejarah Bukalapak tentu saja tak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh pendirinya. Bukalapak sendiri merupakan situs jual beli terpercaya yang aman dan mudah digunakan.

Untuk orang Indonesia, situs ini juga sudah tak asing lagi di telinga karena sering muncul di iklan Televisi. Ada beragam barang yang harganya kurang dari sepuluh ribu hingga yang harganya mencapao jutaan dijual di situs ini.

Pendiri sekaligus CEO Bukalapak pertama adalah seorang pria kelahiran Sragen yang bernama Achmad Zaky. Beliau merupakan pria kelahiran tanggal 24 Agustus 1986.

Sejak berada di bangku SMA, pria ini sudah akrab dengan komputer khususnya software. Hobinya mulai berkembang saat menduduki bangku kuliah. Lulus dari ITB, Zaky melamar pekerjaan pada 3 perusahaan namun kesemuanya ditolak.

Sejarah Bukalapak dimulai ketika Zaky Terilhami dengan sifat konsumtif masyarakat Indonesia.  Dari situ Zaky mulai merintis Bukalapak bersama temannya. Pada awal tahun 2010 saja, orang yang bergabung di Bukalapak sudah mencapai 10.000.

Situs Bukalapak resmi berdiri dengan tujuan memberdayakan usaha kecil serta menengah yang ada di Indonesia. Situs ini memberi wadah bagi UKM yang ingin berjualan serta menemukan pembeli dari produk yang mereka buat.

Pembentukan Bukalapak memiliki misi yang mulia yakni menaikkan kelas UKM dalam negeri. Menurut Bukalapak, Usaha Kecil Menengah memiliki peran utama dalam aktivitas ekonomi negeri.

UKM juga memberi kesempatan kerja bagi rakyat Indonesia. Bukalapak berkantor di kawasan Kemang Timur – Pejaten. Adapun kantor customer relationnya berada di Plaza 88 yang terletak di kawasan Kemang Bangka.

Sama seperti situs marketplace yang lain, belanja di Bukalapak.com tentu memiliki kekurangan serta kelebihan. Adapun kelebihannya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Bukalapak menyediakan pilihan untuk beli tanpa daftar sehingga memudahkan user yang ingin membeli barang namun tidak suka mendaftar.
  • Tersedianya fitur pilihan ongkos kirim dari beragam ekspedisi pengiriman jasa
  • Adanya fitur diskon pada jenis produk yang dijual. Bukalapak juga sering menyediakan promo bagi para usernya.
  • Proses transfer yang cepat. Dana akan masuk sehari setelah data tracking menunjukkan barang sudah sampai ke pembeli,
  • Tingkat keamanan transaksi yang lebih tinggi karena adanya fitur OTP
  • Tampilan website yang simple dan tidak berat
  • Selain memiliki kelebihan, marketplace ini juga memiliki kekurangan seperti berikut:
  • Warna tema yang mencolok sehingga kurang enak dipandang (ini pendapat pribadi penulis, mungkin sebagian ada yang justru menyukainya).
  • Sangat seringnya penjual tidak mengirimkan barang (yang dirasakan penulis), akan tetapi bukalapak bertanggung jawab dengan mengembalikan utuh dana yang sudah dibelanjakan.
  • Adanya fitur quick buyer yang mengganggu penjual karena tidak dapat menghubungi pembeli secara langsung

Tertarik belanja di Bukalapak? Anda bisa mengikuti langkahnya yang berikut ini:

  • Langkah pertama adalah dengan membuka aplikasi yang sudah terinstal di ponsel atau mengunjungi langsung websitenya. Selanjutnya cari barang yang hendak dibeli
  • Jika sudah, anda bisa menekan tombol beli yang muncul di layar smartphone.
  • Tekan tombol lanjut ke pembayaran. Namun jika masih ingin membeli barang lain, anda bisa menekan tambah barang lagi.
  • Setelahnya pilih kurir yang diinginkan lalu tekan lanjut.
  • Pilih jenis metode pembayaran yang ingin dilakukan. Metode pembayarannya cukup beragam bahkan bisa lewat indomaret ataupun alfamart. Namun akan ada biaya admin jika pembayaran dilakukan disana.
  • Jika pembayaran sudah dilakukan, anda bisa melanjutkan ke transaksi. Akan ada no tagihan jika pembayaran yang dilakukan telah berhasil dilakukan.

 

Itulah informasi seputar bukalapak. Semoga bermanfaat.